Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Ketegangan di perbatasan Israel-Lebanon kembali meningkat setelah Wakil Pemimpin Hizbullah, Sheikh Naim Qassem, mengancam akan meluncurkan rudal ke wilayah Israel. Ancaman ini dilontarkan jika Israel terus melanjutkan agresi militernya terhadap Lebanon.
Dalam pernyataannya, Qassem menyebut bahwa setiap serangan besar dari Israel akan dibalas dengan kekuatan penuh.
“Rudal kami akan menghancurkan semua keamanan yang mereka bangun selama delapan bulan hanya dalam satu jam,” tegasnya, Rabu (6/8/2025).
Ancaman ini muncul saat kabinet Lebanon tengah membahas masa depan persenjataan Hizbullah, di bawah tekanan dari Amerika Serikat. Washington mendesak agar kelompok bersenjata yang didukung Iran itu dilucuti, dan sebagai imbalan menawarkan penghentian serangan Israel, penarikan pasukan dari Lebanon selatan, serta bantuan rekonstruksi.
Namun Qassem menolak keras tawaran tersebut, menyatakan bahwa pelucutan senjata baru akan dibahas setelah agresi Israel dihentikan sepenuhnya. Ia juga mengungkapkan bahwa sekitar 5.000 pejuang Hizbullah telah tewas dan 13.000 terluka sejak konflik dimulai, namun menegaskan bahwa kekuatan kelompoknya tetap solid.
Sementara itu, konvoi pendukung Hizbullah terlihat di Beirut selatan sebagai bentuk unjuk kekuatan. Di sisi lain, negosiasi damai antara AS dan Lebanon yang dimulai sejak Juni masih mandek. Tekanan internasional terhadap Beirut terus meningkat agar segera membuat komitmen demi menghindari pecahnya perang berskala besar. (mhn/bbs)







Komentar