Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Otoritas Palestina (PA) menyerukan kepada pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mencegah rencana Israel menduduki Jalur Gaza, yang dikhawatirkan memaksa hampir satu juta warga Palestina mengungsi dari Kota Gaza.
Seruan ini disampaikan pada Jumat (8/8/2025), bertepatan dengan pernyataan Israel bahwa mereka akan meningkatkan operasi militer yang telah berlangsung selama 22 bulan terhadap Hamas dengan mengambil alih Kota Gaza. Langkah tersebut memicu kekhawatiran atas keselamatan warga sipil Palestina dan sandera Israel, serta meningkatkan tekanan internasional untuk menghentikan konflik.
Perang udara dan darat Israel di Gaza telah menewaskan puluhan ribu orang, mengusir sebagian besar penduduk, menghancurkan wilayah secara luas, dan memicu krisis kelaparan. Operasi darat besar berikutnya diperkirakan akan melibatkan ribuan pasukan dan evakuasi paksa warga sipil, yang berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan.
Juru bicara kepresidenan Palestina, Nabil Abu Rudeineh, mengecam rencana Israel tersebut. “Kami menyerukan kepada komunitas internasional, khususnya pemerintah Amerika, untuk mengambil tanggung jawabnya dan menghentikan invasi Israel ke Jalur Gaza. Langkah ini tidak akan membawa keamanan, perdamaian, atau stabilitas bagi siapa pun,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Hamas juga menolak keras rencana itu. “Perluasan agresi terhadap rakyat Palestina tidak akan menjadi perjalanan yang mudah,” tegas kelompok tersebut dalam pernyataannya.
Rapat darurat Dewan Keamanan PBB untuk membahas rencana Israel ini dijadwalkan ulang menjadi Minggu. (mhn/bbs)







Komentar