oleh

AHY Tinjau Pulau Baai: Dermaga Jebol dan Pendangkalan Harus Ditangani Tuntas

Bengkulu, Berita Rakyat Sumatera – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa revitalisasi Pelabuhan Pulau Baai di Provinsi Bengkulu harus diselesaikan secara permanen dan berkelanjutan.

“Bukan sekadar normalisasi, tapi merevitalisasi pelabuhan. Ini pelabuhan utama yang sangat strategis bagi Bengkulu dan bisa menghadirkan nilai ekonomi signifikan. Karena itu, kita harus tuntaskan dengan solusi permanen,” kata AHY saat meninjau pelabuhan di Bengkulu, Selasa (16/9).

Menurut AHY, kondisi Pelabuhan Pulau Baai kini jauh berbeda dibandingkan tahun 1985. Awal 2025, aktivitas pelabuhan sempat terhenti akibat alur yang tertutup sedimentasi, bahkan berdampak pada perekonomian masyarakat Bengkulu. Selain itu, dinding dermaga sepanjang lebih dari satu kilometer jebol, sementara timbunan pasir di jalur masuk pelabuhan telah membentuk pulau baru.

“Kami membandingkan peta 1985 dan 2025, memang sangat berbeda. Maka selain pengerukan alur, kita juga perlu menormalisasi garis pantai akibat abrasi, agar kapal bisa keluar masuk lancar,” jelasnya.

Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berkomitmen mencegah sumbatan atau pendangkalan terulang kembali seperti yang terjadi pada Maret–Juni 2025. Optimalisasi pelabuhan juga diharapkan mendukung pemasaran hasil bumi dan laut dari Pulau Enggano ke Bengkulu.

“Pulau Enggano adalah salah satu pulau terluar Indonesia yang berhadapan langsung dengan Samudera Hindia. Dengan pelabuhan yang optimal, masyarakat Enggano tidak akan terabaikan dan justru bisa meningkatkan kesejahteraan ekonominya,” kata AHY. (mhn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *