oleh

Ketua DPD RI Perjuangkan Penetapan Hari Kebudayaan Kearifan Lokal Nasional

Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti terus memperjuangkan penetapan Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal Nasional.

LaNyalla Mahmud Mattalitti dalam keterangannya di Jakarta, Senin, menyebutkan di bawah kepemimpinannya DPD RI terus memperjuangkan nilai-nilai kebudayaan lokal.

Bahkan, lanjutnya, DPD RI sudah meminta kepada pemerintah untuk menetapkan Hari Kebudayaan dan Kearifan Lokal Nasional.

LaNyalla mengatakan itu saat menghadiri pelantikan pengurus Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) Nusa Tenggara Timur (NTT), di Ballroom Aston Hotel Kupang.

“Perlu saya sampaikan, bahwa saya selaku ketua DPD RI telah bersurat secara resmi kepada Presiden Joko Widodo, agar pemerintah menetapkan hari kebudayaan dan kearifan lokal masuk sebagai hari nasional dalam kalender resmi Indonesia,” kata LaNyalla.

Senator asal Jawa Timur itu pun kembali menyatakan dukungannya terhadap agenda Festival Adat Kerajaan Nusantara yang akan digelar pada September mendatang di Sumedang, Jawa Barat. LaNyalla menegaskan dirinya selalu memberi perhatian kepada kerajaan dan kesultanan nusantara.

“Selaku Ketua DPD RI, saya konsisten untuk menjalankan amanat Pasal 18 B Ayat (2) Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” kata dia.

Bahwa, menurutnya negara mengakui dan menghormati kesatuan-kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan sesuai dengan perkembangan masyarakat dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Oleh karena itu, LaNyalla sempat menyinggung mengenai peran kerajaan dan kesultanan nusantara dalam membentuk NKRI ketika ia memberikan pidato dalam Sidang Bersama DPD RI-DPR RI. Sidang bersama tersebut dihadiri oleh Presiden Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin serta sejumlah jajaran pemerintah.

“Saya sengaja menyinggung sumbangsih kerajaan dan kesultanan nusantara dalam membentuk negara Republik Indonesia melalui dukungan Raja dan Sultan Nusantara kepada para pendiri bangsa saat itu,” ucap LaNyalla.

Ketua DPD RI mengingatkan, Indonesia bukan dilahirkan oleh partai politik yang justru menjadi sentral penentu kekuasaan saat ini. Menurut LaNyalla, parpol pun kini menjelma menjadi satu-satunya saluran bagi calon pemimpin bangsa untuk dapat dipilih oleh rakyat.

“Karena itu, DPD RI sebagai wakil daerah, terus berkomitmen untuk menyuarakan kepentingan daerah dan stakeholder di daerah,” katanya.

Termasuk, kata dia lembaga adat, yang diwakili oleh kerajaan dan kesultanan nusantara, sebagai salah satu pemegang saham republik ini, agar mendapat tempat yang layak dalam proses penentuan perjalanan pembangunan bangsa dan negara ini.

LaNyalla mengatakan DPD RI tengah mendorong agar terwujud amendemen UUD 1945 sebagai Konstitusi Indonesia. Tujuannya adalah untuk melakukan perbaikan dan koreksi atas amendemen sebelumnya di tahun 2002 silam.

“Salah satunya, pentingnya memperkuat peran DPD RI sebagai wakil daerah untuk terlibat aktif dalam penyusunan Pokok-pokok Haluan Negara. Dengan memberi ruang kepada rekomendasi dan pemikiran luhur kerajaan dan kesultanan nusantara,” kata LaNyalla.

Sekaligus lanjutnya membuka saluran bagi putra-putri terbaik bangsa untuk mendapatkan haknya dalam pemerintahan, yang sejatinya merupakan hak asasi setiap warga negara untuk memilih dan dipilih.

LaNyalla pun meminta dukungan dari pimpinan maupun seluruh kerabat kerajaan dan kesultanan nusantara. Ia memastikan, DPD RI akan terus memperjuangkan masyarakat daerah yang lekat hubungannya dengan kerajaan dan kesultanan nusantara.

“Semoga apa yang menjadi ikhtiar kita bersama ini dapat semakin mempererat persatuan dan kesatuan bangsa kita, khususnya dalam rangka memajukan daerah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ucap LaNyalla.

Sekjen MAKN Yani WS Koeswodidjoyo mengatakan tidak mudah bagi MAKN untuk mengumpulkan kerajaan di nusantara.

“Kami ingin semua aktif dan berjalan dengan efektif. Kita akan hadapi semua kendala untuk kemajuan kerajaan di NTT. Apalagi kita punya pembina yang hebat dan ikhlas seperti bapak kita pak Nyalla,”ujar wanita yang biasa disapa Bunda Yani.

Menurut Bunda Yani, dari MAKN ada harapan dan tekad agar kerajaan di tanah air kembali bermarwah.

“Saya hanya inginkan kerajaan kembali sejahtera, untuk melindungi adat tradisi, budaya leluhur kerajaan,” katanya.

Raja Babau Jan Christofel Benyamin, berharap dengan MAKN sejarah yang ada di NTT bisa dapat tertata dengan baik.

“Oleh sebab itu, ada beberapa agenda penting yang akan kami lakukan sebagai Ketua MAKN. Kita akan mendata seluruh catatan sejarah yang ada di kerajaan-kerajaan,” katanya

Setelah itu, menurut dia pihaknya akan mencari ke lapangan kesesuaian data, kemudian menjustifikasi, dan memasukkannya ke dalam database agar data seluruh kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur bisa bermakna.

“Dan ini sangat penting harapan dan dukungan dari Ketua DPD RI,” katanya.

Jan Christofel juga memohon dukungan penuh dari DPD RI, Raja Kupang, dan pihak lainnya dalam membangun budaya, khususnya di NTT, umumnya di Indonesia.

“Saya mendoakan semoga Pak LaNyalla menjadi pemimpin ke depan dan bisa membawa apresiasi kami,” katanya. (rmt/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *