oleh

Komunitas Lari Diblacklist, Buntut Bagi Bir Dikegiatan Pocari Sweat Run

Bandung, Berita Rakyat Sumatera – Pihak penyelenggara Pocari Sweat Run Indonesia 2025 yang mengadakan lomba lari di Kota Bandung merugi buntut adanya aksi bagi-bagi bir oleh komunitas lari Freerunners dan komunitas Pace and Place.

Aksi bagi-bagi bir itu ramai diperbincangkan di sosial media Instagram dan mendapat sorotan tajam hingga akhirnya dua komunitas tersebut dipanggil dan disanksi oleh Pemkot Bandung berupa denda sebesar Rp 5 juta.

Panitia lomba lari Pocari Sweat Run, Puspita Winawati mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan adanya aksi bagi-bagi bir tersebut karena pihaknya merasa dirugikan atas kejadian ini.

“Karena kegiatan ini (bagi-bagi bir) sama sekali tidak ada pemberitahuan ataupun meminta izin ataupun persetujuan dari pihak penyelenggara,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Kamis (24/7/2025).

Aksi bagi-bagi bir tersebut, kata dia, atas inisiatif dari komunitas Freerunners dan Pace and Place. Padahal tujuan dari event ini tentunya untuk memberikan kontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

“Tetapi terjadi hal seperti ini (bagi-bagi bir), jadi kami merasa sangat-sangat dirugikan dari segi kredibilitas maupun reputasi dari event itu sendiri,” kata Puspita.

Di sisi lain, pihaknya berterima kasih kepada Pemerintah Kota Bandung karena sangat siap tegap memberikan sanksi sesuai dengan peraturan pemerintah, sehingga pihaknya akan mengikuti semua prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

Pihaknya pun mempertimbang langkah blacklist untuk dua komunitas lari tersebut untuk dilibatkan pada event selanjutnya. Tetapi untuk mengambil langkah tersebut akan dibicarakan terlebih dahulu.

“Ya, nanti kami akan bicarakan kepada pihak Freerunners. Tentunya dengan kejadian seperti ini, ada hal yang akan kami tegaskan. Mungkin Freerunners juga tidak bisa mengikuti acara Pocari selanjutnya,” ucapnya.

Sebagai Informasi Komunitas Pace and Place, atau disingkat PACE, adalah sebuah komunitas yang berfokus pada pendidikan, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan diri, khususnya di bidang pendidikan inklusif dan pengembangan potensi individu.

PACE memiliki visi untuk menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing, serta menjaga kelestarian budaya.

Sementara Komunitas freerunners adalah kelompok atau komunitas orang yang mempraktikkan dan menekuni freerunning, yaitu seni bergerak bebas di lingkungan perkotaan maupun alam dengan teknik lompat, panjat, putaran, dan gerakan akrobatik yang kreatif. Freerunning berasal dari parkour, tapi menambahkan unsur ekspresi diri dan gaya akrobatik. (mhn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *