Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok bagi masyarakat Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (6/9). Bantuan ini disalurkan menyusul terhambatnya pasokan logistik akibat tidak beroperasinya kapal dagang sejak 29 Agustus 2025.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, pengiriman bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah atas kesulitan yang dialami masyarakat Bawean. “Kapal dagang memang diketahui tidak beroperasi sejak 29 Agustus 2025. Maka dari itu kami mengirimkan bantuan sebagai wujud solidaritas kemanusiaan dan kekeluargaan,” ujarnya saat menyerahkan bantuan di Bawean.
Khofifah menyampaikan, distribusi bantuan dapat terlaksana berkat dukungan TNI Angkatan Laut melalui Komando Armada (Koarmada) II dan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) V. KRI Surabaya-591 diberangkatkan dari Dermaga Semampir Baru pada Jumat (5/9) dan tiba di Bawean keesokan harinya pukul 07.00 WIB. Karena keterbatasan pelabuhan, logistik diturunkan secara bertahap menggunakan kapal kecil jenis Landing Craft Utility (LCU).
Adapun bantuan yang dikirim Pemprov Jatim terdiri dari 10 ton beras SPHP, satu ton minyak goreng, satu ton telur ayam ras, 5.000 paket sembako, satu ton gula pasir, 750 kilogram daging ayam, 487 kardus air mineral, serta aneka kebutuhan lain mulai dari biskuit, susu, madu, tabung gas, hingga bawang merah, bawang putih, cabai, dan ayam beku. Untuk menjaga kesegaran bahan pangan, turut dikirimkan pula satu unit mobil penyimpanan beku (cold storage).
Selain bantuan pangan, Pemprov Jatim juga menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp602 juta bagi warga Bawean. Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menegaskan pihaknya akan segera menyalurkan bantuan tahap kedua pada pekan depan. (mhn/bbs)







Komentar