oleh

Pemprov Jambi Jadikan PKK Motor Penggerak Dalam Pengentasan Stunting

Jambi, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Provinsi Jambi telah mengeluarkan surat edaran Gubernur Jambi untuk memosisikan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kabupaten dan kota sebagai motor penggerak pengentasan stunting di daerah itu.

“Kita telah mengeluarkan surat edaran Gubernur Jambi yang menjadikan PKK sebagai motor penggerak pengentasan stunting di daerah-daerah,” kata Penjabat Gubernur Jambi Hari Nur Cahya Murni di Jambi.

Selama pemulihan pascapandemi COVID-19, pengentasan stunting tidak dapat diabaikan. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jambi turut fokus melakukan upaya-upaya untuk mengentaskan stunting.

Meskipun saat ini prevalensi stunting Provinsi Jambi berada pada peringkat lima terendah secara nasional, yakni di angka 21,3 persen namun Pemerintah Provinsi Jambi menargetkan untuk dapat mengalahkan angka prevelensi stunting Provinsi Jambi yang berada di angka 11 persen.

Dijelaskan Hari Nur Cahya Murni, sesuai dengan arahan Kementerian Dalam Negeri bahwa stunting berasal dari keluarga, maka penekanan stunting yang dilakukan dengan pendekatan keluarga melalui PKK.

“Selain itu, Kementerian Keuangan akan memberikan stimulus fiskal berupa transfer Dana Insentif Daerah (DID) kepada daerah yang berhasil menurunkan angka stunting tertinggi,” kata Hari Nur Cahya Murni.

Penurunan prevalensi stunting tersebut dapat dilakukan dengan menjalankan delapan aksi konvergensi penurunan stunting. Di antaranya mengidentifikasi sebaran stunting, integrasi intervensi gizi, rembuk stunting, memberikan kepastian hukum, memastikan ketersediaan dan fungsi kader. Selanjutnya meningkatkan sistem pengelolaan data, melakukan pengukuran pertumbuhan anak dan balita serta melakukan evaluasi kinerja pelaksanaan program pengentasan stunting.

Sekretaris Jendral Kementerian Dalam Negeri Muhammad Hudori mengatakan Kemendagri mendorong dan mendukung Pemerintah Daerah dalam melakukan pengentasan stunting melalui delapan aksi konvergensi penurunan stunting tersebut.

“Stunting tidak bisa diabaikan selama pemulihan pascapandemi,” kata Muhammad Hudori. (rma/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *