oleh

Ekonomi 213 Negara Terguncang, Presiden Jokowi Optimis Ekonomi Indonesia Segera Pulih

JAKARTA, BeritaRakyatSumatera – Wabah Coronavirus Covid-19 membuat kondisi ekonomi pada 213 negara di dunia hampir semuanya terguncang. Namun, Presiden RI Joko Widodo menyatakan sangat optimistis bahwa ekonomi Indonesia segera pulih, paling lambat tahun depan.

Untuk itu, Presiden meminta para Kepala Daerah: Gubernur, Bupati dan Walikota se-Indonesia, melakukan perincian dan memilah dengan cermat sektor-sektor yang terdampak dan memiliki peluang masing-masing daerahnya. Hal tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) tahun 2021 yang digelar secara virtual melalui telekonferensi di Istana Merdeka, Jakarta.

“Sektor apa yang menentang paling parah, sektor apa yang lebih tinggi, dan sektor apa yang masih bisa bertahan dan sebaliknya dapat memperoleh peluang yang ada. Karena saya melihat ada sektor yang sangat terpukul, seperti sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah, sektor pariwisata, sektor konstruksi, sektor transportasi,” kata Presiden Jokowi.

Namun demikian, lanjut Presiden, ada sektor yang masih bisa bertahan dan bahkan bisa bergerak memanfaatkan momentum ini. “Misalnya sektor tekstil dan produk tekstil, sektor kimia, sektor farmasi, sektor alat kesehatan, sektor makanan dan minuman, serta sektor jasa telekomunikasi dan sektor jasa logistik. Sektor-sektor ini masih bisa bertahan bahkan bisa memanfaatkan kondisi saat ini,” kata Presiden.

Presiden juga meminta agar disiapkan strategi besar, peta jalan, mengikuti tahapan-tahapannya. Tahapan ini termasuk pemulihan dan pemulihan.

“Siapkan sektor apa yang bisa dipulihkan dengan cepat yang bisa langsung pulih , mana yang dikembalikan agak lambat, apa yang bisa dilakukan dengan perencanaan yang bisa dilakukan. Saat ini kita masih memfokuskan pada program mitigasi. Pemerintah telah menyiapkan paket program stimulus ekonomi agar dapat bertahan dan mencegah PHK, seperti insentif perpajakan, kredit restrukturisasi, serta relaksasi impor bahan baku,” kata Presiden.

Presiden mengingatkan bahwa harus dibantu bukan hanya usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar saja, disetujui juga usaha ultramikro dan usaha mikro. Program stimulus ekonomi juga harus mendukung sektor-sektor informal: pedagang kaki lima, tukang gorengan, larangan tukang tambal, warung-warung kecil, dan sebagainya.

“Jumlah yang seperti ini sangat besar. Menurut data Bappenas, angkanya mencapai 40 juta (orang) dan juga banyak menampung tenaga kerja. Sebagian besar dari mereka, tidak bersentuhan dengan bank atau lembaga keuangan, ini juga yang harus kita perhatikan,” kata Presiden.

Di samping itu, para gubernur di setiap daerah juga diminta untuk merancang program yang sama untuk menambah, memperkuat, serta memperluas program stimulus ekonomi yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Presiden meminta agar dalam menyiapkan program stimulus ekonomi di daerah, jalankan dengan skema yang jelas, transparan, dan terukur.

“Sektor apa yang mendapatkan stimulus apa dan bisa menyelamatkan tenaga kerja, semuanya harus dihitung. Jangan sampai hanya mau mendapatkan stimulus ekonomi tetapi tetap melakukan PHK pada pekerjanya. Saya juga meminta untuk melengkapi dengan benar dan melakukan yang dipertanyakan secara terbuka guna membahas paket stimulus ekonomi yang sudah diberikan sehingga betul-betul berdampak pada penyelamatan jutaan tenaga kerja yang dibutuhkan di sektor riil,” kata presiden.

Presiden mengingatkan, saat ini pemerintah sedang bekerja dalam tekanan yang luar biasa. Untuk itu diperlukan sinergi yang kuat, kerja sama yang terjalin erat antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Mulai dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, hingga pemerintah desa, harus berjalan dalam satu visi, satu arah, satu kebijakan yang solid.

“Kalau ada masalah di lapangan, segera perbaiki kita, kita sempurnakan bersama-sama. Karena dalam kondisi seperti ini, tidak ada satu pun negara di dunia, dari 213 negara, yang betul-betul siap. pandemi global ini, insyaallah dapat segera kita atasi. Masyarakat rentan terdampak, tertangani dengan baik dan kita dapat melewati badai ini dengan selamat,” kata Presiden.(asm/ras/rel)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *