oleh

Jeki Parmusi: Beredar Adanya Dokumen Gugus Tugas dan Kepala Daerah OTG

//Satgas: Pasien Covid-19 Muara Enim dan Musi Rawas Meninggal

//Prabumulih & Palembang Perlu Studi Banding ke Lubuklinggau dalam keseriusan penanganan Covid-19 

//Lubuklinggau Berhasil Sisir Warganya, Hari Ini Positif Covid 8 Orang

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Keseriusan Pemerintah Kota Lubuklinggau menyisir warganya untuk memastikan ada yang terjangkit Coronavirus Covid-19 atau tidak, ternyata membuahkan hasil. Swab Test hari ini terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 8 orang dari total se-Sumsel 17 orang. Sisanya, 6 dari Palembang, 3 lagi sisanya terbagi dari Muara Enim, OKU, dan Muratara.

“Iya, hari ini ada penambahan pasien positif terjangkit Covid-19. Total penambahan 17 orang positif, rinciannya 8 dari Lubuklinggau, 6 orang dari Palembang. Tiga orang lagi berbagi satu-satu dari Muara Enim, OKU, dan Muratara,” kata Juru Bicara Satgas Penanangan Covid-19 Provinsi Sumatera Selatan, Yusri.

Hingga saat ini, lanjut Yusri, dengan penambahan 17 orang tersebut, maka jumlah pasien terkonfirmasi positif se-Sumsel sebanyak 227 orang.

Yusri mengatakan, selain terjadi penambahan pasien positif Covid-19, data terbaru juga ada dua pasien yang meninggal dunia. “Pasien meninggal juga bertambah dua orang sehingga sampai saat ini menjadi 8 orang. Dua orang tersebut dari Muara Enim dan Musi Rawas. Sedangkan untuk pasien sembuh masih tetap 47 orang,” kata Yusri.

Untuk diketahui, sampai saat ini jumlah sampel yang diperiksa sebanyak 1.478. Rinciannya, 1.081 sampel OTG (Orang Tanpa Gejala), 325 sampel PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 7 sampel ODP (Orang Dalam Pemantauan).

“Dari 1.478 sampel itu, sebanyak 227 positif dan 213 negatif. Sedangkan 1.038 sampel masih proses pemeriksaan,” kata dia.

Terkait masih banyaknya pasien Covid-19, Gubernur Sumsel Herman Deru, melalui Juru Bicara Covid-19 Sumsel, Yusri, mengimbau masyarakat Sumsel agar masyarakat tidak menyerah membantu pemerintah dalam mencegah meluasnya penularan Covid-19 di Sumsel. Bahkan dia juga meminta masyarakat untuk tetap mematuhi anjuran dan himbauan pemerintah dengan mengedepankan protokol kesehatan setiap melakukan aktivitas apapun.

“Cara efektif memutus mata rantai Covid-19 ini adalah disiplin mematuhi anjuran pemerintah. Karena, meskipun sedikit demi sedikit Covid-19 di Sumsel ini terus berkembang,” kata Yusri.

Salah satu anjuran pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 yakni dengan menjaga jarak minimal satu meter.

“Artinya kita harus hindari kegiatan yang melibatkan massa, kerumunan dan suasana yang berdesakan. Gunakanlah masker saat di luar rumah. Itu harus dilakukan secara disiplin. Jangan bosan untuk membantu pemerintah agar kita terlepas dari Covid-19 ini,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, cuci tangan setiap selesai beraktivitas juga harus disiplin dilakukan guna meminimalisir penyebaran.

“Kita tidak tahu apa yang menempel di tubuh kita setalah beraktivitas di luar. Mencuci tangan dapat meminimalisir penyebaran Covid-19 ini minimal di lingkungan keluarga kita. Kami imbau masyarakat memahami anjuran yang telah dibuat pemerintah,” bebernya.

Sekda Lubuklinggau, Rahman Sani, dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera, terkait dengan penambahan pasien positif Covid-19 dikarenakan gencarnya Pemkot Lubuklinggau bersama Satgas Covid-19 dalam menyisir warganya untuk mengetahui apakah ada yang terjangkit Coronavirus Covid-19 atau tidak. Sayang, hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan belum memberi komentar.

Sementara itu, Ketua Generasi Muda Parmusi Sumsel, Jeki Firli, memuji langkah yang dilakukan Pemkot Lubuklinggau dalam menyisir warganya. Jeki bahkan menyarankan daerah lain, terutama Kota Prabumulih dan kota Palembang  untuk mencontoh Lubuklinggau.Jika perlu Petugas Gugus Tugas Prabumulih dan Gugus tugas kota Palembang melakukan Study Banding Ke Kota Lubuk Lingau.

“Kota Prabumulih dan kota Palembang itu sudah Zona Merah, tapi belum menyisir warganya seperti yang dilakukan Lubuklinggau. Kita perhatikan Lubuklinggau bukan karena banyaknya ODP dan PDP tapi seluruh masyarakat yang berhubungan di usahakan untuk Tes Swab.

Langkah yang di ambil oleh Walikota Lubuk Lingau sangat Tepat, kalaupun diketahui banyak positif, itu bagus, berarti langkah yang dilakukan berhasil. Dengan begitu, kita tahu yang positif dan tidak,tentunya langkah tepat ini bertujan agar yang positip tidak  akan menularkan kepada yang lain,” kata Jeki.

Menurut Jeki, justru aneh bila Kota Prabumulih dan Palembang yang sudah ditetapkan Zona Merah tidak melakukan tes kepada seluruh warganya, terutama ODP dan OTG.

Joko Widodo Sebagai Presiden Republik Indonesia,Sudah memerintahkan untuk menyisir semua masyarakat yang ODP. “Ingat bukan lah suatu Prestasi bagi  daerah zona merah tidak bertambah nya orang  yang positip tertular covid-19, Namun Daerah itu tidak Patuh dan menuriti  Instruksi Presiden untuk menyisir dan mengetes Swab semua ODP apalagi OTG.

“Saya justru melihat aneh bila tidak ada penambahan karena tidak diperiksa atau tidak di tes. Bahkan beredar kabar ada oknum Gugus Tugas dan Kepala Daerah yang menjadi OTG, kenapa tidak di tes Swab PCR. Kalaupun misalnya sudah di tes, kenapa tidak diumumkan. Penanganan pencegahan Covid-19 ini harus benar-benar transparan agar semua orang bersama-sama mengantisipasi,” beber Jeki berapi-api. (ojan/rama/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *