Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Tak banyak lelaki seberuntung saipul bahri, Sosok lelaki yang tidak punya pekerjaan tetapi ini berhasil mengaet dua saudara kepelaminan Hariani bersama Mustiwati mendampingi Saepul Bahri Sembari tersenyum simpul ketika menemui awak media.
Dengan tersipu malu Mustiawati dan Hariani memberikan keterangan kepada wartawan, kenapa mereka berdua mau mendampingi saepul bahri mengarungungi bahtera rumah tangga bersama.
Hariani terlebih dulu mengungkapkan alasannya mau menikah dengan Saepul Bahri. Ia mengaku jatuh hati ke Saepul karena pria yang baru lima bulan pulang dari Malaysia itu membangkitkan rasa cinta dan memberikan kenyamanan, “Saya belum pernah mengenal Cinta apalagi sampai untuk berpacaran. Kang mas epul lah cinta pertama saya,” ungkap hariani malu malu kucing.
Lanjut hariani “Kang mas epul, orang nya manis, Dan tutur kata pribahasa nya membuat saya jatuh kesengsem, Selama dua bulan bulan kami selalu berkomunikasih melalui sambungan telpon, rayuan kang mas epul membuat saya tak nyenyak tidur, rasa nya setiap saat hati ini selalu ingin mendengar suaranya.” ujar hariani sembari melirik manja saipul bahri.
Hariani memang nampaknya sudah lama merindukan kasih sayang dan belaian laki-laki. Maklum ia ditinggalkan ayahnya yang meninggal sejak masih balita. Sehingga kasih sayang Saepul membuatnya kembali menemukan kehangatan cinta seorang laki-laki. “Makanya pas diajak nikah saya mau,” ujarnya.
Saya tak pernah menyangka ucap hariani jika kang mas epul juga akan menikahi seorang perempuan lain. Perempuan tersebut adalah Mustiawati yang juga sepupu saya.
Rumah mereka bersebelahan. Bahkan keduanya memang sudah bersama sejak kecil. Main bersama dan tumbuh bersama. Usia mereka juga sama-sama 23 tahun. “Insya Allah ikhlas,” ujar Hariani ditanya apakah dirinya siap menjalani hidup dengan berbagi cinta.
Sementara Mustiawati mengungkapkan cerita yang berbeda. Ia menuturkan jika Saepul bukanlah cinta pertamanya. Saat kang mas Epul datang ke hatinya, justru ada pria lain yang memang lebih dulu sudah menjadi pacarnya. “Ada pacar saya dari Dusun Kelebut, desa sebelah,” ungkapnya.
Ia dan pacarnya bahkan sudah menjalin asmara sekitar sembilan bulan. Namun hatinya berubah ketika Epul–panggilan akrab Saepul Bahri–datang tiga bulan lalu. Lewat rayuan mautnya, Epul berhasil menggoyahkan hati Mustiawati. Hingga ia pun rela berpaling dari pujaan hati yang sebelumnya bertahta di singgasana hatinya.
“Kalau manisnya sama seperti kang mas Epul. Tapi namanya hati tak bisa dibohongi. Sudah terlanjur cinta sama Epul,” bebernya.
Saking cintanya, sampai dimadu pun ia rela. Bahkan berbagi cinta dengan sepupunya. Sama seperti Hariani, Mustiawati berjanji tidak akan saling menyakiti. Justru ia berharap rumah tangga mereka bisa menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah. “Semoga kami langgeng sampai maut memisahkan,” doanya.
Saepul sendiri mengaku sangat mencintai kedua istrinya. Menurutnya, anugerah menikahi dua istri sekaligus adalah jalan takdir Tuhan yang ditentukan untuknya.
“Karena awalnya kan saya minta nomer HP Mustiawati. Tetapi teman ngasih nomor Hariani. Jadinya saya suka dan pacari dua-duanya,” bebernya.
“Entah mengapa saya tidak mau kehilangan dua perempuan yang terlanjur saya cintai, Allhamdulilah saya sudah mempersunting kedua nya. Kedua wanita ini saya lamar hanya berselang satu malam.”
“Dengan jujur Saya katakan kepada mereka berdua. Kalau mau menikah dan hidup susah dengan saya, ayo kita menikah, memang saat ini saya tidak memiliki apa-apa namun rasa cinta saya setinggi gunung dan sedalam lautan” kata saipul tegas.
“Saya bersyukur dua wanita yang kucintai, Mustiwati dan Hariani memiliki rasa Cinta yang besar kepada saya, sehingga saya selalu di manja oleh mereka berdua, mudah mudahan keduanya tetap seperti ini, Dan kami bertiga saat ini sangat berbahagia.” ucap saipul sembari memegang jemari kedua istrinya.(ojn/bbs)







Komentar