Palembang, Berita Rakyat Sumatera – Pemerintah Indonesia saat ini ingin menerapkan New NORMAL dalam Kehidupan sehari-hari di berberapa wilayah Indonesia, Bahkan Pemerintah saat ini sudah Memetakan beberapa daerah Provinsi dan kabupaten/Kota untuk menjalan kan Pola hidup baru yang di namai New Normal.
“Jika new normal benar di jalankan, ini sangat mengerikan, kita mengetahui setiap hari di wilayah provinsi sumatera selatan terutama kota Palembang terjadi trend kenaikan angka manusia yang tertular Covid-19, berita peningkatan pasien positif ini saya ketahui dari berbagai media online yang ada di sumsel” ujar regar warga kota Palembang yang kerja sehari hari nya sebagai buruh.
“Seharus nya PSBB di kota Palembang di tinjau dan di teliti dengan benar, sejauh mana keberhasilan nya, dan tolak ukur nya seperti apa, saya kaget kalau Pola hidup new normal yang di tawarkan pemerintah pusat langsung di sambut baik oleh pemerintah daerah, bahkan sudah bicara di berbagai media online.” lanjut Regar.
“Yang lebih membuat saya kaget lagi, terbaca di media bahwa walikota dan wakil walikota melakukan open house, Nampak di foto ada orgen tunggal, dan dalam kondisi Kota Palembang yang sedang Menjalani PSBB, dan juga kondisi ekonomi rakyat saat ini yang sedang morat morit apakah pantas itu di lakukan,” ujar regar bertanya.
“Memang kalau PSBB di hentikan, pemerintah daerah kota Palembang mungkin tidak perlu repot seperti saat ini, juga mungkin tidak perlu menyediakan sembako bagi masyarakat yang tidak mampu di kota Palembang.” Ujar regar menutup pembicaraan dengan wartawan berita rakyat sumatera.
Sementara seorang RT berinisial Y mengatakan, “saya tidak mengerti dengan pemerintah kota Palembang, selama pademi Covid ini warga di wilayah saya baru mendapatkan bantuan sebanyak satu kotak sembako dari dinas sosial.”
Padahal dampak Covid ini luar biasa, ujar Y. “kalau tadinya warga saya bekerja, saat ini tidak bekerja lagi, dan tentunya mereka tidak punya penghasilan.” Mr.Y berharap pemerintah kota Palembang dapat mengelontorkan bantuan kepada warga nya yang terdampak Copid-19.
Di tempat terpisah, Dodi warga way hitam yang pekerjaan sehari hari nya sebagai driver ojek online juga mempertanyakan bantuan pemerintah, “saya sudah berikan data dengan kertua RT 6, yang tergabung di RW 3 kelurahan Siring Agung.”
“KTP dan Kartu Keluarga saya sudah saya kasikan ke pak rt namun sejak Covid ini nongol di bumi sriwijaya, sampai saat ini saya belum menerima bantuan apapun dari pemerintah kota Palembang.”
“Untuk makan sehari hari untuk saat ini allhamdulilah masih ada warung yang mau ngutangi, tapi itu sampai kapan ujarnya bertanya untuk dirinya sendiri,” dodi yang punya satu istri dan dua anak menceritakan, yang di makan nya kadang telor, dan kadang mi sebagai lauk keseharian nya,sementara untuk beras dia pun hanya mampu beli kiloan,itupun kalau dapat uang,tetapi kalau tidak dapat saya pun berhutang kembali.
“Sebenar nya kondisi ini terjadi bukan pada diri saya sendiri,hampir semua teman ojol mengalami nasib yang serupa,berita rakyat sumatera bertanya kalau ada pihak yang bertanya apakah dapat mengumpulkan teman yang mengalami nasib yang serupa dengan mantap dodi menjawab sangat bisa.”
“Kondisi saat ini bertambah miris, ketika aplikasih ojol untuk narik penumpang tidak tersedia, yang tersedia hanyalah aplikasi yang lainya, padahal selama ini narik penumpang lah yang banyak pemasukan bagi saya,namun saya tidak menyerah dengan kehidupan ini saya terus berusaha yang penting halal,” ucap nya senduh sembari terus bercerita.
Sementara itu, berita rakyat sumatera juga melakukan selancar di dunia maya mencari tau diberbagai media asing ,mengenai pola hidup new normal. Dan ternyata di temukan kegagalan total di korea selatan, setelah mereka menjalan kan pola hidup new normal ternyata terjadi peningkatan yang luar biasa, dan menyebabkan orang-orang semakin banyak yang tertular Virus SARS-CoV-2 (Covid-19). (edd/bbs)







Komentar