oleh

Lampung, Begal Laut Berhasil Rampok Yacht Australia

Lampung, Berita Rakyat Sumatera – Perairan Kuala Teladas di Lampung rupanya terkenal banyak begalnya. Nelayan asal Cirebon mengaku sudah sering jadi sasaran.

Kapal mewah (yacht) asal Australia jadi korban perompak Lampung saat tengah melintas di perairan Kuala Teladas, Kabupaten Tulang Bawang, Lampung.

Provinsi paling selatan Sumatera ini terlanjur kondang jadi sarang begal, stereotip yang diperkuat oleh keberadaan kampung begal beneran. Tapi enggak nyangka juga mereka punya begal laut segala. Jangan-jangan begal udara pun ada?

Dilansir Vice, Belum jelas apakah para begal air ini termasuk lulusan kampung begal atau bukan. Sementara kapal yacht bernama Hoopla itu telah berhasil diselamatkan Tim Polairud Polda Lampung, Basarnas Lampung, dan Polres Tulang Bawang, Selasa (26/5) kemarin.

Pemilik kapal bernama Tadeusz Novyski (70) mengatakan, Hoopla tengah melakukan perjalanan Australia-Jakarta sembari menyinggahi Batam, Riau. Pada 24 Mei, ketika melewati perairan Kuala Teladas, ia berjumpa sekawanan begal. Tidak diketahui apakah ada kerugian materi, tapi setidaknya tidak ada korban jiwa maupun luka.

“Korban sempat memencet sinyal EPIRB atau emergency positioning indicating revord beacon. Mungkin korban merasa panik dan didatangi kawanan pencuri sehingga memencet tombol itu. Setelah mendapat laporan [dari sinyal EPIRB], tim Polairud Polda Lampung langsung menuju lokasi dengan Kapal Patroli 2001,” kata Pandra saat dikonfirmasi Kompas.

Begal laut di Perairan Kuala Teladas ternyata bukan pendatang baru. Lautan ini emang terkenal ramah perompak. Salah satu kelompok nelayan paling sering jadi korban adalah para nelayan Cirebon. Dua tahun lalu, kelompok ini udah pernah mengungkapkan keresahan mereka kepada aparat berwenang. Mereka mengaku takut berlayar di sekitar sana ketika mendapati sejawatnya dirompak.

“Baru beberapa hari ini teman-teman saya, nelayan dari Cirebon, dirompak di laut Teladas Tulang Bawang, pas tanggal 20 [Januari 2018] kemarin. Mohon kiranya kepada polisi diberi rasa aman di laut Lampung, dan mohon ditindak para perompaknya,” ujar salah satu nelayan, dilansir Republika. Selain menyita hasil tangkapan laut, perompak di Kuala Teladas juga merampok barang pribadi seperti ponsel.

Secara terpisah, Tomi, salah satu nelayan Cirebon, menyesalkan keberadaan perompak karena hasil perairan Kuala Teladas tergolong bagus. Sempat ada demonstrasi para nelayan Cirebon yang ditujukan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2016 untuk menuntut perlindungan para nelayan oleh negara.

“Dulu tahun 2016 nelayan sempat demo tentang ini. Beberapa bulan [setelah demo] memang aman. Tapi, enggak lama muncul lagi dan lebih jahat. Enggak hanya hasil ikan, tapi alat-alat di kapal dan uang juga diambil,” ujar Makdor, nelayan Cirebon lainnya.

Ketua Serikat Nelayan Tradisional Cirebon Ribut Bachtiar menjelaskan, ada masanya perompak di perairan Lampung menggila. Pada rentang Juni-Agustus 2016, korban mencapai 250 kapal. Pelaku diceritakan membegal menggunakan speed boat dan bersenjata api. Pengakuan korban lain mengatakan perompak “hanya” bersenjatakan golok. Ribut bahkan bilang, “sangking rakusnya nih perompak dalam melakukan pembegalan, mereka sampai menyita bekal makan para nelayan, Parah banget.” (hki/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *