oleh

Waduh, Palembang Tambah 8 Lagi Positif, Ocktaf Riadi: Inilah yang Saya Takutkan…

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Lagi, terjadi penambahan pasien positif Covid-19 di Kota Palembang sebanyak 8 orang. Dengan demikian, hingga sekarang jumlah pasien positif menjadi 75 orang. Menurut sejumlah tokoh Sumsel, penambahan yang signifikan ini harus diupayakan cepat dihentikan.

Penambahan jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Palembang sebanyak 1.306 orang. Penambahan ini terbanyak di Sumatera Selatan. Data se-Sumsel sehari sebelumnya tercatat 129 positif, 139 negatif, proses pemantauan 1.290 orang, dan total ODP 3.446 orang.

Untuk diketahui, sampai saat ini total ODP sebanyak 3.699 orang. Sementara PDP ada sebanyak 182 orang, serta sampel yang diperiksa sampai hari ini sebanyak 741 sampel. Dimana 143 sampel dinyatakan positif, 153 sampel negatif dan 445 sampel masih dalam pemeriksaan.

Penambahan se-Sumsel terbaru sebanyak 13 orang, terdiri dari 8 orang dari Kota Palembang, Banyuasin 2 orang, kemudian Lubuklinggau, Muara Enim, dan OKI masing-masing terjadi penambahan satu orang.

“Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 hari ini di Sumsel bertambah 13 orang. Dimana kasus Banyuasin merupakan kasus yang masih dalam penyelidikan dan kasus import, Lubuk Linggau merupakan kasus lokal, OKI merupakan kasus import, Muara Enim kasus import, serta Palembang merupakan kasus lokal. Rinciannya, 8 orang dari Palembang, 2 Banyuasin, Lubuklinggau, Muara Enim, dan OKI masing-masing 1 orang,” kata juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumsel, dr. Zen Ahmad SpPD (K).

Terkait peningkatan jumlah warga yang positif terjangkit Covid-19 terbanyak dari Kota Palembang ini, mendapat tanggapan serius dari tokoh pers Sumatera Selatan yang juga Ketua Advokasi/Pembelaan Wartawan PWI Pusat, Ocktaf Riadi.

“Waduh, inilah yang kita takutkan… Jangan dianggap remeh. Ayo, segera lakukan Swab Test di setiap kelurahan walaupun sampling. Dengan demikian kita akan dapatkan hasilnya dengan benar. Bila itu dilakukan, InsyaAllah akan kita ketahui dengan cepat dimana saja sebaran Covid-19 di Kota Palembang ini. Barulah kita dapat melakukan langkah antisipasi lebih cepat dan tepat,” kata warga Kota Palembang ini menegaskan.

Lebih lanjut, mantan Ketua PWI Sumsel dua periode itu mengatakan, lebih mengerikan lagi terhadap Orang Tanpa Gejala (OTG). “Langkah antisipasi lebih penting juga ditujukan kepada OTG, sebab OTG ini tidak diketahui gejalanya,” kata Ocktaf.

Bahkan terhdap pasien yang sudah diidentifikasi positif Covid-19, lanjut Ocktaf, sebaiknya dilakukan pelacakan terhadap ODP dan PDP. “Sesuai instruksi Presiden, lakukan pelacakan terhadap ODP dan PDP, bahkan OTG. Hal itu untuk memastikan titik-titik penyebaran sehingga kita dapat mengatasinya sesuai dengan prosedur penanganan Covid-19,” kata Ocktaf memberi saran.

Sebelumnya, tokoh Pers Sumatera Selatan lainnya, Sihat Judin meminta, Pemerintah Kota Palembang yang dipimpin Walikota Harnojoyo harus lebih serius menangani dan mengatasi penyebaran Covid-19 dan dampaknya di tengah masyarakat. Dia pun meminta Walikota Palembang untuk tidak banyak seremoni tetapi lebih memiliki manajemen untuk mengatasi dampak Covid-19. Selain itu, Wako diminta membuat tempat Karantina Khusus karena memiliki pasien Covid-19 positif terbanyak di Sumsel.

Walikota Palembang Harnojoyo rencananya mulai hari ini memberlakukan aturan baru, bagi warga yang dianggap tidak taat aturan seperti memakai masker di luar rumah, berkerumun, dan tidak melaksanakan Physical Distancing akan diangkut ke asrama haji untuk ditindak dan diedukasi. Aturan ini lantaran Kota Palembang sudah ditetapkan Zona Merah Covid-19, bahkan sempat diusulkan naik status PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar.(rel/asm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *