oleh

dr. Happy Tedjo Kepala Dinas Kesehatan “Diminta Mundur”

Prabumulih, BeritaRakyatSumatera – Anggota DPRD kota Prabumulih Mat Amin menyayangkan sikap tidak Kooperatip Kepala Dinas kesehatan Kota Prabumulih,

“saya sudah menghubungi Dinas kesehatan dan menanyakan Kebutuhan Alat Pelindung Diri untuk Rumah Sakit Umum Daerah, dan untuk Puskesmas sekota Prabumulih, namun sampai saat ini belum ada jawaban dari Pihak Rumah Sakit, malam ini saya baru dapat Kabar dari Dinas kesehatan adanya Bantuan dari Pihak Swasta dan Provinsi kata Mat Amin.

Setelah menforward Jawaban Whatsapp dari dr.Happy ke beritarakyatsumatera, yang mengatakan bahwa APD itu sudah ada. Tak lama Mat Amin menelpon Dapur Redaksi beritarakyatsumatera. Apa yang di katakana Kepala Dinas Kesehatan Berbanding Terbalik dari Info yang saya dapat dari Para Medis. Mereka menghubungi saya dan mengatakan kepada saya bahwa Keadaan kami saat ini Sangat mengkhawatirkan, dikarnakan keterbatasa APD yang ada.

Mat Amin juga mengatakan “jika perlu semua anggaran Proyek Fisik yang telah di anggarkan di alihkan saja” Dana nya digunakan untuk menangani penyebaran Virus Covid-19 dan dampak Covid 19, saya juga sudah berkali kali mengajak unsur pimpinan Dewan untuk Rapat dan mengundang Steakholder terkait, namun Ketua DPRD Kota Prabumulih mengatakan tidak usah Rapat dulu, karna saat ini wabah Virus Korona kata Mat Amin Tegas.

Setelah berita dengan judul “PETUGAS MEDIS ZONA MERAH RESAH PEMERINTAH DAERAH BELUM BELI APD” Ditayangkan, Dapur Redaksi beritarakyatsumatera menerima kiriman via Whatsapp dari dr.Happy ia mengatakan “RSUD belum bisa beli, karena Dinkes dulu setelah selesai dinkes baru RSUD yang beli yang dinas sudah beli dan puskesmas termasuk PSC119. Ditambah sumbangan bank sumsel dan lain-lain. Jadi masing-masing ada dana untuk beli APD tetap di RUSD setelah dinas. Sitem dikeuangan tanya BKD”.

Diantara hambatan pengadaan masker 3 ply untuk medis paramedis, pembelian untuk 200 kotak hanya sampai atau dapat 80 kotak. Banyak tawaran harga sudah jauh dari yang dipesan awal. Ini adalah keterangan via Whatsapp dr. Happy, tanpa di edit redaksi.

Di tempat terpisah Wono warga Kelurahan Suka Jadi Prabumulih Timur, Sangat Prihatin akan kondisi Prabumuih saat ini, Seharusnya Keselamatan Paramedis harus di utamakan, kalau mereka Terpapar Virus, Siapa yang akan mengobati Pasien.

Wono juga mengatakan dr.Happy Tedjo itu adalah seorang dokter dan dia sangat tahu arti Penting nya APD, apalagi semua Dokter yang berada di Garda terdepan adalah Rekan Sejawat nya, menurut saya dr. Happy Tedjo lebih baik mundur dari jabatan saat ini, ketimbang tidak dapat memenuhi APD bagi semua Paramedis.

Cukup lah satu orang Dokter terbaik kita yang sudah meninggal dunia, jangan sampai ada lagi Dokter atau pun Perawat yang meninggal karna Tugas yang Mulia ini. tutur wono kepada beritarakyatsumatera.com (eddy)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *