//Kemenag RI: Kepastian Ibadah Haji Tunggu Pemberitahuan Resmi Arab Saudi, Diputuskan 12 Mei
JAKARTA, Berita Rakyat Sumatera – Harapan naik haji tahun ini kian menemukan titik cerah. Walau belum diputuskan resmi, namun Pemerintah Arab Saudi memastikan akan membuka kembali Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dua masjid utama tempat melaksanakan ritual ibadah haji.
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Kementerian Agama (Kemenag) RI, Nizar, mengatakan dibukanya kembali akses Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dimulai untuk Sholat Taraweh untuk masyarakat umum (terutama masyarakat Mekah dan Madinah), termasuk juga akses masyarakat untuk Thawaf Sunnah (bukan Thawaf Umroh). “Setelah akses kembali dibuka, semoga Saudi segera umumkan kepastian pelaksanaan haji,” kata Nizar, sebagaimana dilansir tim Kemenag RI.
Namun demikian, lanjut Nizar, bahwa penyelenggaraan ibadah haji musim 1441 Hijriyah ini belum diputuskan, karena masih menunggu pemberitahuan resmi dari Pemerintah Arab Saudi. Namun sinyal bahwa akan diselenggarakan ibadah haji makin terang. Selain dua masjid utama untuk ibadah haji mulai dibuka, Pemerintah Suadi juga telah mengkonfirmasi 25 negara dari seluruh dunia yang akan mengirim jemaah haji terbanyak, terutama dari Indonesia yang merupakan jemaah haji terbanyak dari seluruh dunia. Konfirmasi itu untuk mempersiapkan penyelenggaraan rukun Islam kelima ke Tanah Suci tersebut.
Hanya saja, saat ini Pemerintah Saudi, sama dengan Pemerintah Indonesia yang masih fokus pada percepatan penanganan Covid-19 demi keselamatan dan kesehatan warganya. Jadi, bila pelaksanaan haji diselenggarakan, maka prosedur penanganan Covid-19 tetap dilakukan. Setiap jemaah haji wajib memakai masker, mencuci tangan, hand sanitizer, dan physical distancing (jaga jarak fisik). Untuk kepastiannya, Pemerintah RI berkoordinasi intensif dengan perwakilan di Arab Saudi, dan Pemerintah Arab Saudi itu sendiri.
“Koordinasi kami dengan pihak Konsul Haji KJRI Jeddah, sampai saat ini belum ada keputusan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah Saudi terkait haji tahun ini, apakah jalan atau bagaimana,” ujar Nizar.
“Kami terus memantau perkembangan dan menunggu keputusan resmi dari Pemerintah Arab Saudi,” sambungnya.
Namun, Nizar berharap, kepastian penyelenggaraan haji 1441H/2020M ini sudah diumumkan Saudi sebelum 20 Ramadan atau 13 Mei. Seta haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. “Karena masih ada sisa kuota, akan dibuka pelunasan biaya haji tahap kedua, yaitu dari 12-20 Mei 2020,” ujar Nizam menegaskan. (asm/ras/bbs)







Komentar