Jakarta, Berita Rakyat Sumatera – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas (ratas) mengenai pangan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/9) siang.
Rapat tersebut dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang tiba di Istana sejak pukul 11.30 WIB. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, serta Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.
“(Rapat ini) tentang pangan,” kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada wartawan sebelum memasuki ruang rapat. Ia menambahkan, pembahasan kemungkinan juga menyentuh isu hilirisasi.
Beberapa menteri mengonfirmasi bahwa mereka membawa laporan khusus untuk disampaikan kepada Presiden. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, misalnya, akan melaporkan pembentukan tim percepatan penetapan hutan adat. Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebut dirinya menyampaikan laporan terkait program dan rencana ketenagakerjaan.
Rapat terbatas ini berlangsung setelah Presiden Prabowo kembali dari rangkaian kunjungan kerja luar negeri. Pada Jumat (14/9), Presiden melakukan kunjungan ke Doha, Qatar, dan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Keesokan harinya, Presiden bertolak ke Bali untuk meninjau langsung penanganan dampak banjir di sejumlah titik, termasuk Pasar Badung-Kumbasari, kawasan permukiman di sekitar Tukad Badung, serta berdialog dengan warga dan pedagang yang terdampak.
Dalam inspeksi tersebut, Presiden Prabowo menginstruksikan Gubernur Bali I Wayan Koster dan Kepala BNPB Suharyanto untuk segera memperhatikan kondisi warga, serta memperbaiki rumah maupun kios yang mengalami kerusakan. (mhn/bbs)







Komentar