oleh

Bupati Bengkalis: Rumah Restorasi Gambut Diharap Bisa Harumkan Bengkalis

Bengkalis, Berita Rakyat Sumatera – Bupati Bengkalis, Provinsi Riau, Kasmarni berharap Rumah Runding Restorasi Gambut dan Mangrove (3RGM) Laksamana Raja di Laut perlu dijadikan bahan percontohan bagi daerah lain agar selalu berinovasi dan kreatif sehingga bisa mengharumkan nama daerah ini.

“Jika rumah Rumah Runding Restorasi Gambut sudah berskala nasional, kami yakin ini akan mengharumkan nama Kabupaten Bengkalis sehingga akan menarik bagi peneliti-peneliti dari daerah lain untuk datang ke daerah kita,” ujar Kasmarni di Bengkalis, Selasa.

Kasmarni juga menyambut baik serta memberikan apresiasi atas berdirinya rumah runding restorasi gambut maupun mangrove karena ini adalah gagasan yang sangat positif demi keberlangsungan terjaganya lingkungan hidup dengan baik.

“Selain dijadikan sebagai tempat penelitian, rumah runding ini juga nantinya pasti akan melahirkan pemikiran yang baik serta kepedulian terhadap lingkungan hidup yang bersih dan sehat,” optimisnya.

Selain itu ia juga berpesan kepada pemerintah Kecamatan Bandar Laksamana untuk mengelola tempat tersebut dengan baik utamakan kerjasama serta selalu jaga kekompakan karena dengan landasan kekompakan akan mudah mencapai segala harapan dan tujuan.

“Kami juga berharap dengan adanya restorasi gambut, seluruh masalah lahan gambut bisa teratasi. Kabupaten Bengkalis ke depannya bisa memiliki potensi luar biasa yang dapat menguntungkan masyarakat dari segi ekonomis, meskipun selama ini pemanfaatan tanah gambut sudah mulai berkembang melalui kearifan lokal yang dimiliki masyarakat,” ujarnya.

Sebelumnya, Deputi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Haris Gunawan mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama mempelajari tentang alam dimulai dari saat ini sehingga kondisi gambut dan mangrove tetap lestari secara alami.

Rumah runding ini nantinya akan digunakan menjadi wahana tempat berunding para pemerhati lingkungan dan riset belajar restorasi gambut dan mangrove oleh berbagai pihak. Selain itu, juga akan dijadikan sebagai Laboratorium Riset Restorasi Gambut (LRRG) berskala nasional sekaligus lokasi ekowisata. (ojn/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *