oleh

16 Provinsi, 2200 Lebih Orang Meninggal Dengan Gejala Covid-19

//Covid-19, Kota Prabumulih Kembali berduka

Palembang, BeritaRakyatSumatera – Badai Covid-19 yang menerpa indonesia semakin mengkhawatirkan saat ini lebih dari 2.212 orang Indonesia meninggal dengan gejala covid-19, namun mereka tidak tercatat sebagai korban penyakit akibat virus corona di karnakan orang yang meninggal tersebut masih berstatus PDP hal ini merupakan hasil studi yang di lakukan di 16 Provinsi di Indonesia.

Beberapa pakar medis mengatakan angka kematiaan yang di akibatkan oleh Virus corona saat ini secara resmi lebih dari 771 orang.dan banyak juga yang meninggal dunia sebelum hasil sampel mereka di analisis.

Anggota tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19, Wiku Adisasmito, tidak membantah Reuters.

Tapi ia menolak mengomentari angka kematian akibat virus corona di kalangan warga dengan status PDP.

Dia mengatakan banyak dari 19. 897 orang PDP belum diuji, karena antrean panjang specimen yang menunggu diproses di laboratorium yang saat ini kekurangan staf.

Sementara itu Pakar epidemiologi dari Universitas Indonesia,Pandu Riono mengatakan mereka yang meninggal memiliki gejala seperti penyakit Covid-19 dan tak ada penyebab lain kematiaan.

“Saya yakin sebagiaan besar kematian PDP di sebabkan oleh Covid-19” ujar Pandu.

Di tempat terpisah hari ini berita rakyat sumatera.com mendapat telp dan juga pesan Whatsapp dari warga kota Prabumulih di kabarkan dalam Pesan whatsapp tersebut Prabumulih kembali berduka ,virus covid -19 telah membuat seorang wanita warga kota Prabumulih meninggal dunia.

Wanita yang telah berusia 66 thn berinisial hj N Yang beralamat di kelurahan Prabumulih, jalan Perwira tersebut meninggal dunia di RS Charitas Palembang tadi malam, dan Almarhumah sudah di makam kan di Pemakaman Umum Jambat Panjang depan kantor Pertamina. Almarhumah di ketahui Positif Terpapar Covid-19 melalui Rapid Tes.

Dari hasil berselancar nya berita rakyat sumatera.com di berbagai media dan medsos ternyata apa yang di kabarkan tersebut, benar adanya, terbaca dari tanggapan dr Happy di berbagai media yang mengatakan hal yang sama dengan kabar yang diberikan pembaca berita rakyat sumatera.com. (eddy/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *