oleh

Memanas, Trump Klaim Punya Bukti Covid-19 dari Laboratorium Wuhan

//Presiden China, Xi Jinping: AS Stop Menuduh, Ayo Fokus Atasi Wabah Covid

JAKARTA, Berita Rakyat Sumatera – Mengejutkan dan kontroversial. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim mempunyai bukti bahwa awal mula Coronavirus Covid-19 berasal dari Laboratorium di Kota Wuhan, China. Statemen panas ini diprediksi membuat hubungan AS-China kembali memanas.

Dalam konferensi pers, Trump mengatakan jika ia melihat sesuatu yang membuatnya sangat percaya bahwa Institut Virologi Wuhan adalah asal wabah. “Ya, ya saya lihat,” tegasnya dikutip dari AFP, dan dilansir oleh CNBC Indonesia.

Wuhan merupakan kota tempat pertama kali Corona jenis baru ini muncul pada Desember 2019. Covid-19 disebut berasal dari sebuah pasar ikan dan hewan langka di ibu kota Provinsi Hubei itu.

Namun demikian, Trump belum memberi penjelasan rinci terkait dengan pernyataannya yang kontroversial itu. “Saya tidak bisa memberi tahu Anda tentang ini. Saya tidak diizinkan memberi tahu kepada Anda soal ini,” kata Trump kepada wartawan.

Pernyataan terbaru Trump itu mengingatkan pada desakan Presiden AS terhadap China agar membuka akses pihaknya mengetahui asal usul kasus yang mewabah di seluruh dunia tersebut. Trump bahkan sempat menyatakan akan menuntut ganti rugi karena penduduknya banyak yang meninggal dan terjangkit wabah. Namun, Trump tak menyebut angka ganti rugi maupun kapan tuntutan akan dilayangkan, termasuk belum diketahui pasti apakah jadi menuntut atau batal.

Pernyataan keras AS juga sempat disampaikan oleh Australia. Negara Kanguru juga sempat bersitegang dengan China. Namun persoalan itu lama kelamaan menghilang dengan sendirinya.

Terkait pernyataan dan klaim Trump maupun Australia tersebut, China berulang kali menyatakan bahwa mereka tidak pernah membuat Coronavirus Covid-19, apalagi dibuat di Laboratorium di Wuhan, China. Menurut pimpinan China, Xi Jinping, sebaiknya negara AS, Australia, atau negara-negara di dunia berfokus menghadapi wabah Coronavirus Covid-19, berupaya menghentikan laju penyebaran virus tersebut. Terlebih, data Worldmeters menyebutkan angka penduduk dunia terinfeksi Covid-19 mencapai 3,3 juta orang, dengan 233 ribu angka kematian dan 1,3 juta orang dinyatakan sembuh.(sef/asm/ras/bbs)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *