Medan, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) yang juga kader Partai Gerindra, Bobby Nasution, menegaskan dirinya sejalan dengan sikap resmi DPD Gerindra Sumut yang menolak bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke partai tersebut.
Penegasan itu disampaikan Bobby saat dimintai tanggapan di Kantor Pemprov Sumut, Medan, dikutip Minggu (16/11/2025).
“Gerindra Sumut sudah statement,” ujar Bobby singkat. Ia menambahkan bahwa dirinya mengikuti sepenuhnya keputusan partai.
“Saya ikuti kata partai,” tegas menantu Presiden ke-7 RI Joko Widodo itu.
Sebelumnya, Ketua DPD Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo, menyampaikan bahwa seluruh pengurus Gerindra di Sumut kompak menolak rencana masuknya Budi Arie. Penolakan serupa juga disuarakan sejumlah pengurus daerah Gerindra di provinsi lain.
Budi Arie, yang dikenal sebagai Ketua Umum Projo—organisasi relawan pendukung Jokowi selama satu dekade—pernah menjabat Menteri Komunikasi dan Informatika pada era Presiden Jokowi, sebelum kemudian menjadi Menteri Koperasi di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Namun ia diberhentikan pada awal September lalu dan digantikan oleh kader Gerindra, Ferry Juliantono.
Pada Kongres Projo di Jakarta awal November, Budi Arie secara terbuka menyatakan kesiapannya berlabuh ke Gerindra. Ia bahkan mengaku mendapat permintaan langsung dari Presiden Prabowo.
“Kalau suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya… Karena saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di sebuah forum,” ujarnya, Sabtu (1/11).
Dalam sebuah program wawancara pada 4 November, Budi Arie juga menyebut potensi “gelombang besar” anggota Projo yang akan turut bergabung ke Gerindra.
Kendati demikian, sikap penolakan dari sejumlah struktur Gerindra di daerah, termasuk Sumut, menunjukkan dinamika internal partai yang masih berlangsung terkait wacana masuknya Budi Arie sebagai kader baru. (mhn/bbs)







Komentar