oleh

Aktivis Desak Walikota Prabumulih Tambah Kuota Penerima Sembako

PRABUMULIH, Berita Rakyat Sumatera – Aktivis sosial Kota Prabumulih, Hasbi, mendesak Walikota Prabumulih Ridho Yahya untuk membuka diri mengakomodir masyarakat yang belum terdata untuk menerima bantuan Sembako.
“Dalam pelaksanaan pembagian Sembako, sebaiknya Pemerintah Kota Prabumulih tetap membuka diri untuk mengakomodir masyarakat yang belum terdata dan mereka membutuhkan bantuan Sembako tersebut. Tambah saja kuota penerima dan maksimalkan APBD. Karena bukan hanya rakyat miskin yang membutuhkan perhatian dan bantuan Sembako, tetapi juga masyarakat yang terkena PHK maupun masyarakat pelaku ekonomi kreatif dan UMKM,” kata Hasbi berapi-api.
Perjuangan penggiat Medsos ini bersama aktivis lainnya, juga mendesak Pemerintah Kota Prabumulih memaksimalkan anggaran untuk program jaring pengaman sosial, berupa pembagian sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan.
“Dan kami berharap Pemerintah Kota Prabumulih terus melakukan evaluasi dan berupaya secara maksimal menangani Penyebaran COVID-19,” tegas Hasbi dengan nada sedikit meninggi.
Selain itu, menurut Hasbi, yang tidak kalah pentingnya untuk dievaluasi dan mendapatkan perhatian Pemerintah Kota Prabumulih adalah terkait pelaksanaan penyemprotan disinfektan.
“Mungkin ada baiknya tidak terjadi pengumpulan massa di suatu titik dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, perlu ada desain perencanaan secara baik melalui koordinasi semua pihak terkait dengan pembagian Area dan wilayah penyemprotan yang tidak menyebabkan titik kumpul massa dari berbagai elemen masyarakat,” cetusnya.
Namun demikian, imbau Hasbi, masyarakat untuk disiplin melaksanakan imbaun pemerintah terkait membatasi diri keluar rumah.
“JIka tidak ada keperluan penting dan mendesak, tidak perlu keluar rumah. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran Coronavirus Covid-19. Apalagi, Pemerintah Kota telah memberikan bantuan Sembako, masker, dan penyemprotan disinfektan. Jadi tidak ada alasan lagi bagi masyarakat untuk tidak disiplin melakukan sosial distancing dan physical distancing. Bila dilakukan InsyaAllah kita beribadah Ramadhan dan menyambut Idulfitri akan lebih menyenangkan,” ujar Hasbi tersenyum simpul. (asm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *