oleh

Hasbi: Apabila Ratusan Korban Meninggal Saya Sudah Siapkan Mata Pasal Gugatan. Advokat: Bisa Saja.

PALEMBANG, Berita Rakyat Sumatera – Aktivis Sosial Kota Prabumulih, Hasbi, meminta Walikota Prabumulih Ridho Yahya serius menanggulangi penanganan Coronavirus Covid-19 di Kota Prabumulih. Bila tidak serius, bahkan korban virus yang berasal dari Wuhan (China) itu terus bertambah hingga ratusan orang meninggal, Hasbi dkk berencana menggugat Walikota Ridho Yahya.

“Kalau jumlah korban Coronavirus Covid-19 terus bertambah hingga ratusan orang meninggal, dan Walikota Prabumulih terkesan tidak serius menangani penanggulangan penyebaran Coronavirus Covid-19 di Kota Prabumulih, sehingga menyebabkan korban terpapar terus bertambah dan menimbulkan banyak korban meninggal, kami akan mengajukan gugatan, baik perdata maupun pindana. Pasal-pasalnya sudah kami siapkan,” kata Hasbi menegaskan.

Rencana gugatan secara hukum itu, lanjut Hasbi, bukan karena tidak suka (like and dislike) kepada Walikota Ridho Yahya, tetapi semata-mata untuk memastikan dan mendorong Walikota Prabumulih Ridho Yahya untuk serius melakukan penanganan terhadap Coronavirus Covid-19.

“Dan sebagai warga Prabumulih saya sangat prihatin akan keadaan yang seperti ini. Oleh karena itu, kita dorong Walikota serius menangani wabah virus Covid ini, antara lain dibuktikan dirinya sendiri mau melakukan Swab Test, untuk memastikan dirinya selaku pejabat negara tidak terpapar Coronavirus Covid-19. Kita berharap Pak Ridho Yahya negatif Covid, tetapi untuk mendapatkan hasil itu tentu harus melakukan Swab Test. Menurut informasi, Rapid Test kabarnya kurang akurat. Lebih akurat Swab Test,” kata Hasbi.

Kepastian Walikota Ridho Yahya melakukan Swab Test, lanjut Hasbi, akan membuat warga Kota Prabumulih nyaman dan yakin penanggulangan Coronavirus Covid-19 telah dilakukan dengan baik. “Masyarakat akan nyaman bila Walikota sudah melakukan Swab Test. Dengan demikian, kita berharap Walikota bila sudah dipastikan tidak terpapar, akan lebih giat lagi bersama-sama dengan aparat terkait untuk menjaga rakyat tetap berada di rumah, sesuai dengan anjuran Bapak Gubernur dan Bapak Presiden,” ujar Hasbi selaku aktivis penggiat sosial.

Dikonfirmasi Berita Rakyat Sumatera secara terpisah, pakar hukum Febuar Rahman SH, dari Kantor Advokat Febuar Rahman SH and Partner, menanggapi adanya pihak-pihak yang berencana mengajukan gugatan terhadap kepala daerah yang dianggap lalai dalam mengantisipasi penyebaran Coronavirus Covid-19, hal itu dapat dibawa ke ranah hukum.

“Bisa-bisa saja (di bawa ke ranah hukum, red), sepanjang kelalaian kepala daerah atau pemerintahannya dapat dibuktikan bahwa kelalaiannya tersebut menimbulkan penyebaran virus Covid-19 menjadi sulit dikendalikan. Tapi sebaliknya (tidak dapat digugat, red), bila kepala daerah sudah melakukan antisipasi dengan cepat, sehingga virus tersebut tidak akan cepat menyebar, atau dapat dicegah penyebarannya dengan baik,” kata Febuar Rahman.

Kemudian, apakah gugutan nanti akan dikabulkan atau tidak? Lanjut Febuar, sangat tergantung dengan pembuktian di persidangan. “Sangat tergantung dengan pembuktian apakah bisa penggugat membuktikan adanya kelalaian, dan sejauh mana kerugian yang timbul dari kelalaian tersebut. Kita contohkan, ada kasus di DKI Jakarta yang digugat karena banjir. Jadi, soal penanganan Coronavirus Covid-19 oleh kepala daerah di mana pun, sepanjang dapat dibuktikan kelalaiannya sehingga menyebabkan kerugian, itu dapat digugat dan dibawa ke ranah hukum,” ujar Febuar menegaskan.(asm/ojan)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar

  1. Jgn sampai Ratusan Korban Mati Pak.
    1 nyawa sangat lah berharga.
    Serius dan Komit.
    Sekali Perang Kita Harus Menang.
    Jauhkan Wabah Covid 19 di Kota Kita Prabumulih.
    Cepat Tanggagap Darurat. Sungguh2 dan Bergotong royong.Libatkan semua organisasi kemasyarakatan unk Maju di Garis depen.