Medan, Berita Rakyat Sumatera – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengajak masyarakat untuk memanfaatkan peluang memiliki hunian layak melalui Program Tiga Juta Rumah yang digagas pemerintah pusat.
“Masyarakat harus memanfaatkan program ini,” ujar Bobby usai mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait meninjau perumahan subsidi SMK Residence 2 di Jalan Sentosa, Lubukpakam, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (7/10).
Bobby menjelaskan, program tersebut merupakan kesempatan besar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah subsidi dengan proses yang kini semakin mudah dan terjangkau.
“Semua sudah dipermudah, tidak ada biaya tambahan, syaratnya sederhana, dan bunga kreditnya kecil. Ini peluang besar bagi masyarakat untuk memiliki rumah layak huni,” ujarnya.
Menurut Bobby, di Sumatera Utara saat ini tersedia lebih dari 7.000 unit rumah subsidi yang siap dihuni dan tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sementara itu, Kementerian PKP telah mengalokasikan kuota Kredit Pemilikan Rumah (KPR) FLPP sebanyak 15.000 unit bagi MBR di provinsi tersebut tahun ini.
Ia menambahkan, selain memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, program ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah.
“Lebih dari 10.000 tenaga kerja terserap melalui Program Tiga Juta Rumah, dan jumlah itu akan terus bertambah seiring pembangunan sekitar 8.000 unit rumah baru,” kata Bobby.
Selain menyerap tenaga kerja, lanjutnya, pengembangan perumahan juga mendorong tumbuhnya kontraktor-kontraktor baru di Sumut serta menggerakkan roda ekonomi di kawasan permukiman.
“Dengan pembangunan ini, tata ruang kita juga akan lebih tertata dan tertib,” ujarnya.
Sementara itu, Menteri PKP RI Maruarar Sirait menyatakan kesiapannya untuk menambah kuota KPR FLPP di Sumatera Utara. Ia menilai kualitas pembangunan rumah subsidi di daerah tersebut sudah sangat baik.
“Kita siap menambah kuota, apalagi setelah saya lihat langsung, rumah di sini luar biasa. Jalannya lebar, tertata rapi, dan kualitasnya tidak kalah dengan rumah komersial. Bila Gubernur dan masyarakat Sumut masih membutuhkan, kita akan tambah,” kata Maruarar, yang akrab disapa Ara.
Maruarar juga menyoroti masih tingginya kesenjangan kepemilikan rumah di Indonesia, yang saat ini mencapai 938.217 rumah tangga.
Salah satu warga penerima manfaat, Zulkan, mengaku bersyukur telah mendapatkan hunian layak melalui program ini.
“Program ini sangat membantu, terutama bagi pasangan muda. Tempatnya nyaman, air lancar, dan lingkungannya tertata rapi. Saya dan istri merasa sangat nyaman tinggal di sini,” ungkapnya.
(mhn/bbs)







Komentar